Mengapa Masyarakat Kurang Mampu Memiliki Banyak Anak ?

4 Mar

Indonesia. Negaraku. Indonesia memiliki penduduk sebanyak 237.556.363 jiwa yang terdiri dari 119.507.580 laki-laki dan 118.048.783 perempuan. Dengan laju pertumbuhan penduduk sebesar 1,49% per tahun. Indonesia juga dicatat menjadi negara berpenduduk terbanyak ke 4 didunia. Bayangkan.. Bayangkan.. Ternyata penduduk Indonesia semakin – semakin – semakin bertambah banyak. Walaupun dirumah ku penduduknya tidak bertambah tetapi ternyata di Indonesia tetap bertambah banyak ya.. hmmmmm..

Dan ternyata dari sekian banyak penduduk Indonesia tersebut tidak semualah yang dapat hidup secara layak. Ada sekitar 31 juta jiwa yang hidup dibawah garis kemiskinan. Hidup bersama keluarganya dengan tidak layak dan lingkungna yang tidak layak pula.

Tapi yang paling mengherankan mengapa masyarakat tidak mampu tersebut malah memiliki banyak anak ? dicacat di bataviase.co.id kelahiran di kalangan masyarakat miskin terus naik, yakni mencapai 4,2 anak, sedangkan pada masyarakat lebih mampu bisa ditekan menjadi 3 anak. Kemudian, rata-rata jumlah anak yang dilahirkan oleh perempuan berpendidikan rendah mencapai 4,1 anak, sedangkan kelompok berpendidikan tinggi hanya 2,7 anak per keluarga.

Mengapa hal tersebut bisa terjadi ?

Yang pertama kali ku pikirkan adalah apakah masyarakat kurang mampu tersebut tidak mengenal KB ? program pencangan Keluarga Berencana yang diadakan oleh pemerintah ? jawaban yang ku berikan Ya,mungkin saja mereka tidak mengetahui tentang Kb karena pemberitahuan KB dikalangan masyakat kurang mampu memang sangat minim malahan program ini lebih banyak diikuti oleh masyakat – masyarakat menengah ke atas.

Hal tersebut juga dapat dijelaskan masyakrakat kurang mampu akan berpikir lebih baik waktu dan uangnya dipakai untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari ketimbang harus mengikuti KB. Padahal jika mereka menyadari itu adalah tindakan yang salah, bukankah semakin banyak anak akan semakin banyak mengeluarkan biaya ?

Atau ada juga masyarakat kurang mampu yang berpikir banyak anak akan mendapat keuntungan karena akan lebih banyak mendapatkan penghasilan jika anak tersebut disuruh bekerja. Banyak kan sekarang anak – anak kecil yang jadi pengemis dan pengamen ? bayangkan ada juga anak balita yang masih sangat kecil diajak untuk mengemis. Orang tua nya tidak pernah berpikir untuk memberikan anak – anak mereka kehidupan yang layak,malahan disuruh ikut mengemis. Untuk makan sehari – hari. Hanya itu jawaban mereka.

Yang paling penting mengapa masyakat kurang mampu malah memiliki banyak anak adalah kurangnya pengetahuan dan SDM. Mereka yang kurang pengetahuan tidak akan berpikir panjang untuk memiliki anak.

Oleh sebab itu.. ayioooooo bapak – bapak dan ibu – ibu pemerintah. Berikan masyarakat kurang mampu ini pengetahuan lebih tentang anak. Jadi Indonesia tidak dicap sebagai negara dengan jumlah penduduk miskin yang tinggi.

Vinka.Meliari. GB us🙂

2 Tanggapan to “Mengapa Masyarakat Kurang Mampu Memiliki Banyak Anak ?”

  1. ndraandraa Maret 5, 2011 pada 3:32 am #

    ga hoki kali vin wkakakakakaka

  2. vinkameliari Maret 7, 2011 pada 7:31 am #

    ato km mw bikin jadi hoki ? wkwkwkk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: